Cegah Penularan Meluas, Dinkes Kaur Fogging Pemukiman Warga Desa Talang Tais

KAUR, KP — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kaur bergerak cepat menanggapi laporan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menyerang warga di Desa Talang Tais, Kecamatan Kelam Tengah. Sebagai langkah konkret memutus mata rantai penularan, tim kesehatan langsung menerjunkan personel untuk melakukan pengasapan atau fogging massal di area pemukiman warga pada Kamis (15/10/2026).

Aksi tanggap darurat ini diinisiasi setelah adanya koordinasi intensif antara Pemerintah Desa Talang Tais dan dinas terkait. Laporan medis sebelumnya mengonfirmasi bahwa dua orang warga setempat positif terjangkit DBD, sehingga memerlukan penanganan lingkungan segera guna menghindari lonjakan kasus.

Pelaksanaan fogging di lapangan dikawal langsung oleh Kepala Puskesmas Kelam Tengah dengan melibatkan staf puskesmas, perangkat desa, serta partisipasi aktif masyarakat. Sinergi ini difokuskan untuk menyisir sarang-sarang nyamuk di area luar maupun dalam lingkungan rumah warga.

Kepala Desa Talang Tais, Esdy Nofyan, menyampaikan apresiasi mendalam atas respons kilat yang ditunjukkan oleh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur. “Kami sangat berterima kasih kepada Kepala Dinas Kesehatan yang langsung menindaklanjuti laporan kami. Kami berharap intervensi ini efektif menghentikan penyebaran virus DBD di desa kami,” ujar Esdy.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur, Sipta Mi’arip, menegaskan bahwa tindakan fogging hanyalah solusi sementara untuk membunuh nyamuk dewasa. Ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak lengah dan tetap mengutamakan tindakan pencegahan jangka panjang secara mandiri.

“Kami meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan fogging, karena metode ini hanya membasmi nyamuk dewasa, bukan jentiknya. Kunci utama pemutusan penularan DBD adalah komitmen warga dalam menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten,” ujar Sipta Mi’arip saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut, Kadinkes menginstruksikan masyarakat untuk menggalakkan gerakan 3M Plus di lingkungan rumah masing-masing, yaitu menguras, menutup rapat tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

Melalui kolaborasi lintas sektor antara petugas medis, pemerintah desa, dan kesadaran tinggi dari masyarakat, upaya pengendalian DBD di Desa Talang Tais diharapkan dapat berjalan optimal demi mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman epidemi. (RONI. A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *