Akses Nyawa Warga Terancam, Jembatan SP 3 Muara Sahung Rusak Parah Butuh Sentuhan Pemkab Kaur
KAUR, Khabar Publik.Com – Kondisi infrastruktur di wilayah pelosok Kabupaten Kaur kembali memicu keprihatinan. Sebuah unggahan video yang viral di media sosial baru-baru ini memperlihatkan rusaknya fasilitas penyeberangan di Desa Bukit Makmur (SP 3), Kecamatan Muara Sahung, Kabupaten Kaur. Jalur vital tersebut kini dalam kondisi rusak berat dan dinilai sudah tidak layak lagi untuk dilintasi kendaraan.
Kerusakan ini memicu kekhawatiran besar di kalangan masyarakat setempat. Mengingat fungsinya sebagai jalur utama, warga mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur serta Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk segera mengambil langkah konkret sebelum memakan korban jiwa.
Lantai Jembatan Berlubang dan Nyaris Ambruk
Dalam rekaman video yang beredar luas di platform digital, terlihat jelas material lantai jembatan yang didominasi papan kayu sudah banyak yang lapuk, patah, hingga menyisakan lubang-lubang besar yang menganga. Tak hanya itu, struktur penyangga utama jembatan tersebut juga dilaporkan mulai bergeser dan rapuh dimakan usia.
Menurut laporan dari warga, situasi ini sangat membahayakan keselamatan para pelintas. Bahkan, beberapa waktu lalu sempat ada kendaraan roda empat milik warga yang terperosok saat mencoba melintasi jalur ekstrem tersebut.
“Jembatan ini adalah urat nadi aktivitas kami sehari-hari, baik untuk lewat anak sekolah maupun membawa hasil bumi keluar desa. Kalau dibiarkan berlarut-larut, ekonomi kami mati total dan taruhannya adalah nyawa,” ujar salah satu warga dalam narasi video tersebut.
Melalui media sosial, masyarakat secara terbuka menyuarakan keluh kesah mereka dan menaruh harapan besar kepada sejumlah pemimpin daerah, mulai dari Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, hingga Bupati Kaur Gusril Pausi dan Wakil Bupati Abdul Hamid untuk segera turun tangan meninjau lokasi.
Menagih Janji Pemerataan Pembangunan 2025–2030
Sorotan tajam dari warga ini sekaligus menjadi pengingat atas dokumen visi dan misi pembangunan daerah periode 2025–2030. Dalam program strategisnya, pucuk pimpinan daerah berkomitmen kuat untuk melakukan penataan kembali kawasan Kabupaten Kaur. Salah satu poin utamanya menitikberatkan pada akselerasi dan pemerataan pembangunan infrastruktur dasar yang berkeadilan serta seimbang antarwilayah.
Sektor perbaikan jalan dan jembatan semestinya menjadi prioritas garda terdepan guna memastikan roda perekonomian masyarakat di tingkat desa berputar optimal serta pelayanan publik tidak tersendat.
Dewan Desak Langkah Cepat Pemkab
Kondisi darurat ini nyatanya juga mendapat atensi dari sejumlah anggota legislatif atau wakil rakyat di DPRD Kabupaten Kaur yang sebelumnya telah meninjau langsung ke lapangan. Pihak dewan mendorong agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kaur segera memasukkan agenda perbaikan total atau pembangunan ulang jembatan SP 3 Muara Sahung ke dalam skala prioritas anggaran.
Kini masyarakat di pelosok Kecamatan Muara Sahung hanya bisa menanti realisasi konkret di lapangan. Mereka berharap jargon pembangunan yang merata dan berkeadilan bukan sekadar pemanis di atas kertas, melainkan kenyataan yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat bawah.
Pewarta: Roni Afrizal
Editor: (Khairul)