16/07/2024

Khabar Publik

berita selalu update dan terpercaya

Warga Beriang Tinggi Tanjung Kemuning Keluhkan Asap Pabrik CPO Milik APS, Yang Diduga Mengandung Zat Berbahaya.

2 min read

KAUR, || ~ Warga desa Beriang Tinggi dan sekitarnya mengeluhkan polusi udara akibat asap dari pabrik pengolah kelapa sawit milik PT APS yang berlokasi tidak jauh dari perkampungan mengeluarkan Asap hitam pekat menyebabkan polusi udara dan membuat komposisi udara menjadi tidak sehat.

“Jarak pabrik dengan pemukiman penduduk sangat dekat, sehingga asap dari corong pabrik menyebabkan polusi udara di sekitarnya,” ujar Ujang

Tidak hanya itu, warga juga mengeluhkan bahwa rumah mereka tercemar oleh asap pabrik tersebut, sebab di setiap rumah penduduk nampak hitam di lantainya, seolah rumah tersebut tidak pernah di bersihkan, Ujang juga menyampaikan, bukan hanya lantai yang hitam, termasuk perabotan makan pun sedemikian keluh Ujang.

Terpisah, , Iwan yang juga tinggal tak jauh dari lokasi Pabrik mengatakan, asap hitam pekat yang keluar dari cerobong pabrik PT APS tidak boleh dibiarkan, karena sudah mencemari udara. Meski belum dapat memastikan apakah jenis pencemaran udara tersebut, namun ia menekankan uji kualitas udara di pabrik itu harus dilaksanakan. Disinyalir, asap pekat yang keluar dari cerobong mengandung zat berbahaya.

“Jika hitam pekat dan terakumulasi besar bisa mengancam kesehatan penduduk. Kemungkinan pembuangan tidak sesuai SOP,” ujar Iwan kepada wartawan Media Online khabarpublik.com saat di mintai komentar pada hari ini Jum’at 20/05/2022.

Iwan tidak menampik, jika kehadiran PT APS memberikan dampak positif bagi warga sekitar, salah satunya mengurangi angka pengangguran. Namun walaupun begitu, tidak serta merta pihak perusahaan sesuka hati mencemarkan udara dan mengabaikan kesehatan penduduk sekitar.

Oleh karena itu, ia menghimbau kepada Dinas terkait segera turun tangan mengevaluasi proses pengolahan kelapa sawit milik PT APS , Pemerintah harus mengecek instalasi pengamanan gas buang apakah berfungsi atau tidak, apakah gas buang di bawah baku mutu atau tidak.
Jika melanggar tindak tegas. pungkas IWAN.

Sementara dari pihak APS belum bisa di hubungi, konfirmasi masih terus di upayakan.

(ROZI).

Tinggalkan Balasan